No Thumbnail


2022-09-21

Fadil, Adza Iksan

PERAWATAN DAN PERBAIKAN TRAKTOR RODA 4 UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN(UPJA) SUMBER MAKMUR WILAYAH JAWA TENGAH KECAMATAN PRAMBANAN SLEMAN


PROPOSAL PKL 1. TMP. PENDAHULUAN. Dalam rangka mewujudkan cita-cita sebuah perguruan tinggi yang berorientasi pada penciptaan sarjana yang intelektual, profesional, mampu berbicara secara teoritis maupun dalam bentuk prakteknya, maka perlu adanya kajian-kajian yang diaplikasikan dalam bentuk praktek kerja baik di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah. Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan akademik yang dilaksanakan oleh mahasiswa, disusun atas dasar visi dan misi yang termuat dalam tujuan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dan merupakan perpaduan antara kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), penelitian dan pengabdian masyarakat dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dengan prinsip belajar berkelanjutan yang memberikan makna langsung bagi mahasiswa. PKL yang dimaksud untuk mendidik dan mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga profesional dengan membekali pengalaman kerja sesuai dengan bidang profesinya, dengan memadukan antara wawasan teoritis dan praktek kerja secara riil dilapangan yang memiliki kompetensi, yaitu : (1) kompetensi personal (2) kompetensi sosial (3) kompetensi profesional dan (4) kompetensi layanan. Menghadapi era global ini, mahasiswa harus mampu menjadi tenaga yang terampil dalam bidang yang ditekuninya. Karena PKL merupakan upaya integratif dari pendidikan keilmuan dan pengalaman lapangan. Dengan kata lain, PKL bukan hanya sekedar pengalaman lapangan bagi mahasiswa, akan tetapi merupakan konsep integratif dari teori, praktek dan penelitian yang akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa khususnya dalam menghadapi persaingan global. Telah diketahui bersama bahwa dalam menempuh studi di perkuliahan harus didukung adanya kemampuan aplikasi keilmuan dalam praktek dunia kerja. Meskipun kegiatan ini hanya bersifat orientasi dari pengenalan namun memberikan motivasi dan pengalaman yang baru, yang nantinya dapat dijadikan sebagai bekal dalam dunia kerja. Dengan pengalaman Praktek Kerja Lapangan (PKL) diharapkan mahasiswa dapat mengambil manfaat dan memahami arti pentingnya keahlian atau 2 keprofesionalan dalam penerapan dunia kerja yang setiap tahunnya mengalami perubahan. Selain itu menjadi nilai tambah untuk berkompetisi dibidangnya. Berkaitan dengan latar belakang di atas, kami selaku mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) memilih UPJA Sumber Makmur sebagai tempat PKL I. UPJA Sumber Makmur merupakan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menangani usaha budidaya, salah satunya meminjamkan dan menyewakan alat mesin pertanian yang berlokasi Dusun dinginan.desa sumberharjo.kec prambanan.sleman. Jawa Tengah. Wilayah Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, hasil statistik BPS (Badan Pusat Statistik) menyatakan bahwa pada tahun 2009 jumlah petani mencapai 44% dari total angkatan tenaga kerja di indonesia, atau sekitar 46,7 juta jiwa, hingga kini mayoritas penduduk indonesia telah memanfaatkan sumber daya alam untuk menunjang kebutuhan hidupnya dan salah satunya ialah dengan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Secara umum pertanian di indonesia telah menggunakan berbagai macam alat dalam hal bercocok tanam dalam mengolah lahan, pertama alat yang paling dasar dan tradisional adalah cangkul, alat ini cukup sederhana dalam hal bentuk dan bahan yang digunakan, terdapat dua bahan salah satunya yaitu besi lebar dan cukup tebal yang berujung tajam memipih, bagian ini berguna sebagai benda tajam dan berat untuk membelah tanah kemudian mencungkilnya keluar. Perkembangan saat ini, pengolahan tanah pertanian telah banyak menggunakan mesin traktor yang memiliki fungsi seperti cangkul, akan tetapi traktor menggunakan konstruksi dari besi dan berpenggerak roda besi yang berputar dengan tenaga mesin motor bakar yang terpasang diatas konstruksi traktor. Traktor umumnya dibagi menjadi dua jenis berdasarkan jumlah roda penggerakna, yang pertama yaitu traktor roda empat, jenis ini biasa berkonstruksi besar hampir menyerupai kendaraan mobil, dengan roda besar sebagai penggerak dan pengemudi diatas traktor dengan stir berbentuk lingkaran. Sedangkan yang kedua yaitu traktor dua roda, jenis ini berkonstruksi cukup sederhana dan biasa berukuran lebih kecil dari pada traktor roda empat, konstruksinya terdapat mesin yang berposisi diatas 3 konstruksi dan putaran mesin tersebut dihubungkan oleh sabuk menuju ke puli yang putarannya digunakan untuk memutar dua roda penggerak, kemudian di belakang konstruksi traktor terdapat dua tuas kendali untuk pengendara mengkontrol traktor tersebut, pengendara tidak menaiki tetapi hanya berjalan di belakang traktor sambil memegang kendali traktor dengan menggunakan stang yang terdapat tuas dan handel pengontrol, tuas berfungsi untuk mengatur kecepatan jalan traktor dan handel berfungsi untuk membelokan traktor secara otomatis menggunakan mekanisme pengalih putaran roda antara yang kanan dan kiri. Pemerintah telah memberikan alsintan dalam jumlah yang banyak bagi para petani di daerah, akan tetapi masih banyak permasalahan di lapangan terkait pengoprasian, perawatan, dan perbaikan. Salah satu bantuan yang paling banyak diterima petani adalah Traktor Roda 4 dan masih banyak permasalah khususnya dalam hal perawatan dan perbaikan traktor. Kendala kurangnya pemahaman akan perawatan serta kemudahan dalam memperoleh suku cadang dan tenaga perbaikan menjadi faktor utama tidak terpakainya alat mesin pertanian. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian teknis maupun ekonomi dari penggunaan Traktor Roda 4 yang diharapkan dapat membantu dalam peningkatan efektivitas dan efisiensi alsintan di tingkat petani. Atas pertimbangan tersebut, PKL ini dipilih tema “perbaikan dan perawatan traktor roda 4”.