Analisis Dampak Kekeringan Terhadap Produksi Padi Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten


Luas lahan sawah yang mengalami kekeringan di Provinsi Banten sampai September tahun 2015 meningkat menjadi 25.852 ha (meningkat 127,5% dari pertengahan Juli) dan tanaman padi puso seluas 9.957 ha atau 12,8 % dari luas lahan sawah. Tujuan kajian adalah: 1) Menginventarisasi luas lahan kekeringan tanaman padi, 2) Menganalisis dampak kekeringan terhadap produksi padi dan potensi kerugiannya, dan 3) Mencari upaya pemecahan terhadap kekeringan di Kabupaten Lebak. Pengkajian menggunakan metode focus group discussion (FGD) dan survei, dimana untuk pemilihan lokasi contoh dilakukan secara sengaja (purposive). Hasil kajian adalah: Luas kekeringan di Kab. Lebak seluas 4.798 ha di 19 kecamatan dengan status kekeringan ringan sampai berat, Dampak dari kekeringan terhadap produksi padi di Kabupaten Lebak adalah menurunnya produktivitas padi dari rata-rata 5,74 ton/ha GKP pada MH 2014/2015 menjadi 2,891 ton/ha GKP pada MK 2015 (menurun 49,6%), sedangkan pada Musim Kemarau-I (MK-I) 2014 lebih rendah 21,7% yakni 4,49 ton/ha GKP. Kerugian sebesar 3.113 ha x Rp 9,256 juta/ha = Rp 28,814 milyar pada MK 2015.3) Upaya penanggulangan yang dilakukan adalah pompanisasi, bantuan traktor tangan, pengerukan saluran sekunder, penerapan sistim penggolongan air, pembuatan sumur-sumur artesis beserta selang, dan rehabilitasi jaringan irigasi.