Peran UPBS Dalam Mendukung Ketersediaan Benih Sumber Padi Di Sulawesi Tenggara - Samrin, Muh. Asaad, Paulus Milkiades (BPTP


Benih merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman yang perannya tidak dapat digantikan oleh faktor lain, karena benih sebagai bahan tanaman dan pembawa potensi genetik. Penyediaan benih unggul memegang peranan yang menonjol diantara teknologi yang dihasilkan melalui penelitian, baik dalam kontribusinya terhadap peningkatan hasil persatuan luas maupun sabagai salah satu komponen utama dalam pengendalian hama dan penyakit. Selain itu, varietas unggul dinilai mudah diadopsi petani dengan tambahan biaya yang relatif murah dan memberikan keuntungan langsung kepada petani. UPBS di BPTP mempunyai mandat untuk menghasilkan benih sumber kelas FS dan SS dengan jumlah dan varietas yang disesuaikan dengan kebutuhan, permintaan, preferensi serta karakteristik agroekosistem dan sosial budaya setempat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memproduksi benih sumber padi secara tepat (Varietas, mutu, jumlah, waktu dan harga) bagi lembaga perbenihan daerah ( BBI, BBU, petani dan penangkar) serta mempercepat penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) yang sesuai dengan preferensi konsumen. Kegiatan dilakukan dari bulan Januari sampai Desember 2015 di Kebun Percobaan Wawotobi BPTP Sulawesi Tenggara, dengan luas lahan 4 ha dan menggunakan 5 VUB yaitu, Inpari 3, Inpari 6, Inpari 15, Inpari 30 dan Mekongga. Hasil kegiatan produksi benih sumber padi di UPBS BPTP Sulawesi Tenggara Tahun 2015, telah dihasilkan benih yang bermutu bersertifikat sebanyak 15.675 kg benih yang terdiri dari berbagai varietas unggul baru, yaitu varietas Inpari 6 klas SS (700 kg), Inpari 15 klas FS (400 kg), Inpari 15 klas SS (8000 kg), Inpari 30 klas SS ( 750 kg), Mekongga klas FS( 400 kg), dan Mekongga Klas SS ( 7.350 kg).