Persepsi Petani Padi Kabupaten Kendal Terhadap Perubahan Iklim (Studi Kasus di Desa Podosari dan Desa Margorejo Kecamatan Cepiring)


Petani Kabupaten Kendal telah menyadari bahwa iklim telah berubah. Para petani merasakan yang paling banyak berubah adalah meningkatnya suhu dan perubahan pola curah hujan. Petani kesulitan menentukan waktu tanam yang tepat, sehingga resiko kegagalan karena hujan yang tidak menentu atau kekeringan akibat kemarau panjang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan tindakan antisipatif petani dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian dilakukan di 2 desa, yaitu Desa Podosari dan Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal dari bulan Oktober sampai dengan November 2014 dengan menggunakan metode survei. Menurut persepsi petani musim hujan datang lebih lambat dan berakhir lebih cepat dengan durasi yang makin singkat. Suhu udara makin sering berubah dan dirasakan makin terasa panas. Resiko kekeringan dan serangan hama penggerek batang (stem borer) yang ditandai dengan kematian malai, juga intrusi dan genangan air laut menjadi ancaman serius bagi petani Desa Margorejo yang sebagian besar lahannya berada di daerah pesisir atau hilir saluran irigasi. Petani di daerah tersebut sering mengalami resiko gagal panen dan kerugian. Tindakan antisipatif yang petani lakukan adalah mengganti varietas padi yang biasa ditanam dengan varietas baru yang toleran rendaman seperti varietas Inpara 2 dan Inpari 30.