Potensi Dan Kendala Dalam Pengembangan Kalender Tanam Padi Sawah Dalam Antisipasi Perubahan Iklim Di Kab. Sambas Kalimantan Barat


Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan. Pertanian diketahui merupakan sektor yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Di Indonesia, dampak perubahan iklim memiliki implikasi besar terutama bagi ketahanan pangan nasional. Selain menurunkan produktivitas, pergeseran musim dan peningkatan intensitas kejadian iklim ekstrim, terutama kekeringan dan kebanjiran, juga menjadi penyebab penciutan dan fluktuasi luas tanam serta memperluas areal pertanaman yang akan gagaI panen. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan kendala pengembangan Kalender Tanam (KATAM) Padi Sawah dalam antisipasi terhadap perubahan iklim di Kalimantan Barat. Kajian dilaksanakan di Kec. Tebas Kab Sambas Kalimantan Barat pada bulan Januari-Desember 2015. Kajian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan Demplot Validasi dengan rekomendasi sebagai perlakuan, yaitu membandingkan antara rekomendasi KATAM, Organik, SRI, Petani dan Dinas. Analisis yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Adapun parameter yang diamati adalah: tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah gabah, jumlah gabah bernas, jumlah gabah hampa, berat 1000 biji dan hasil per ha nya. Dari hasil kajian menunjukkan bahwa pada pertumbuhan vegetative perlakuan dengan cara Petani memiliki tinggi tanaman tertinggi (91.78 cm) dan jumlah gabah permalai (149 buah) yang lebih banyak dibanding perlakuan lainnya. Namun perlakuan ini memiliki jumlah gabah hampa (28%) tertingi kedua setelah perlakuan dengan rekomendasi Dinas (37%). Sementari itu untuk hasil per hektarnya perlakuan dengan rekomendasi KATAM memiliki hasil tertinggi dibanding perlakuan lainnya (6,3 Ton/ha), walaupun untuk berat 1000 butirnya perlakuan tersebut tidak berbeda nyata dengan perlakuan dengan cara Organik dan Dinas. Adapun kendala dari pengembangan di Kab. Sambas selain masih minimnya sarana (55%) untuk mengakses Informasi KATAM juga karena kondisi iklim (30%) yang kurang mendukung. Informasi KATAM yang paling banyak dicari petani adala waktu tanam (65%), OPT (35%) dan Pupuk (5%).