No Thumbnail


1998

Hakim, Lukman

Pengelolaan dan Pemanfaatan Plasma Nutfah Kacang Hijau


Pengelolaan dan Pemanfaatan Pla^ma Nutfah Kacang Hijau. Koleksi plasma nutfah kacang hijau di Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan saat ini terdapat 1013 genotipe, yang terdiri dari 142 varietas lokal, 833 varietas introduksi, 25 galurharapan dan mutan, dan 13 varietas unggul. Sebanyak 500 dari 1013 genotipe kacang hijau telah dikarakterisasi sifat morfologi, agronomi, dan sifat-sifat penting lainnya. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa plasma nutfah mempunyai keragaman cukup tinggi, yang sangat membantu keberhasilan program pemuliaan. Analisis korelasi fenotipik terhadap 500 genotipe kacang hijau yang telah dikarakterisasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah polong/tanaman, jumlah biji/polong dan bobot 100 biji berkolerasi positif dengan hasil. Melalui evaluasi terhadap genotipe tersebut diketahui adanya 4 genotipe yang tahan terhadap penyakit embun tepung, 3 genotipe tahan penyakit Cercosprora, dan 2 genotipe toleran naungan. Genotipe yang tahan penyakit embun tepung adalah galur PR298, PR2535, PR2543, dan PR2545 sedangkan genotipe yang tahan Cereospora meliputi galur VC1973, VC4828 dan varietas Walet. Walet dan VC1973, di samping tahan penyakit Cereospora juga memiliki sifat toleran naungan. Hasil evaluasi menunjukkan pula bahwa galur V79301 dan V3726 memiliki sifat masak polong serempak. Plasma nutfah kacang hijau telah banyak dimanfaatkan dalam perakitan varietas unggul. Sampai saat ini telah dihasilkan 13 varietas unggul kacang hijau dan yang populer di kalangan petani antara lain adalah varietas Merak, Walet dan No .129.