No Thumbnail


2020

SJUHAIRI, Effi

Strategi peningkatan produksi pertanian menuju kemandirian pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas


RINGKASAN EKSEKUTIF Upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar Indonesia bergerak menjadi negara maju, berkembang dan berpendapatan tinggi perlu dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing, serta memberdayakan semua potensi sumber daya yang ada untuk kemakmuran rakyat. Era milenial revolusi industri 4.0 ini, semua serba teknologi digital memberikan peluang kepada negara dan masyarakat untuk terus berinovasi dan berkereasi mencari peluang dengan memanfaatkan segala potensi sumber daya dan kemampuan yang ada agar terjadinya peningkatan taraf hidup masing-masing individu, daerah dan negara. Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi agar dapat hidup sehat dan melaksanakan aktivitas, karenanya pangan menjadi syarat pelaksanaan pembangunan di daerah. Ketersediaan pangan merupakan aspek penting dalam mewujudkan ketahanan pangan karena penyediaan pangan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan bagi masyarakat, rumah tangga, dan perseorangan secara berkelanjutan (Renstra Kementan 2015-2019). Pertanian adalah salah satu potensi sumber daya yang dimiliki negara. Indonesia terkenal di dunia sebagai negara yang subur, dari sabang sampai merauke sebagian besar masyarakatnya hidup dari bertani. Hasil pertanian yang selama ini selain di konsumsi sendiri juga di ekspor, mirisnya beberapa tahun terakhir ini beberapa komoditi yang seharusnya bisa kita penuhi sendiri malah pemenuhan di datangkan dari luar atau impor oleh negara. Begitu juga yang terjadi di daerah, masing-masing daerah seharusnya bisa menyediakan kebutuhan pangan sendiri tanpa harus mendatangkan bahan pangan dari daerah lain, jika daerah benar-benar mengoptimalkan pengelolaan lahan yang tersedia. Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke XVII kerjasama Kementerian Pertanian dan Lembaga Administrasi Negara Tahun 2020 ini mengambil tema “PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MENDUKUNG DAYA SAING PRODUK PERTANIAN” dengan tujuan LAPORAN IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN PKN II ANGK. XVII TAHUN 2020 ii mengoptimalisasikan dan menumbuhkembangkan kembali potensi pertanian Indonesia yang ada di daerah-daerah secara berkelanjutan, tidak hanya peningkatan produksi panen tetapi pengembangan produk olahan agar memiliki daya saing dan nilai tambah bagi petani, pemanfaatan teknologi ilmu pengetahuan untuk pengembangan produk dan pemasaran produk, pembangunan industri pertanian dalam rangka pemenuhan permintaan pasar ekspor. Pada masa pandemi covid-19 ini, pertanian merupakan salah satu penyangga perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada kuartal I/2020 tercatat kontribusi pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan peran 12,84%, urutan ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran. Fakta ini menyatakan bahwa pertanian masih menjadi salah satu sektor yang mendominasi struktur PDB menurut lapangan usaha. Kondisi Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini, kebutuhan pangan masyarakat sebagian besar masih didatangkan dari luar Kabupaten Kepulauan Anambas, bahkan pada musim-musim tertentu terjadi kelangkaan sehingga harga beberapa komoditas pangan menjadi tinggi cendrung mendongkrak angka inflasi daerah. Ketersediaan lahan pertanian di Kabupaten Kepulauan Anambas jika dikelola dan dioptimalkan, sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan penduduknya. Bukan kah sebagian besar komoditas pangan merupakan produksi pertanian?, oleh karena itu untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain, menghindari fluktuasi harga dan untuk menekan angka inflasi daerah, peningkatan produksi pertanian menjadi hal yang wajib dipikirkan demi tersedianya kebutuhan pangan masyarakat dan mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas.